Senin, 03 Agustus 2015

Wahai Wanita !!! (part 02)



Dalam artikel kali ini, ane ingin menjelaskan sedikit kemuliaan kaum wanita di mata Islam
  •  Islam menjunjung tinggi martabat wanita

Melalui firman-Nya, Allah s.w.t. menegaskan bahwa laki-laki & perempuan itu akan memiliki kedudukan/level yang sama dimata Allah, yang dinilai dari tingkat ketaqwaannya ;
“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian (baik laki-laki atau perempuan) disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa kepada-Nya.” (QS. Al-Hujurat:13).

Dan dalam firman-Nya yang lain;
“Barangsiapa yang mengerjakan amalan shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan kami beri balasan pula kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).

Secara harfiah laki-laki dan wanita jelas berbeda, namun dalam masalah amal dan pahala, Allah menyamakan di antara keduanya. Apakah masih ada yang akan beranggapan kalau Allah itu tidak adil ??, Naudzubillahi minzalik.. sungguh sangat tercela mereka yang su’udzon kpd Allah s.w.t. dan hanya neraka balasan yang paling pantas untuk mereka.  

  • Wanita adalah ‘sesuatu’ yang wajib dijaga

Dalam firman-Nya berikut ;
“Kaum lelaki adalah pemimpin atas kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (lelaki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (lelaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An-Nisa`: 34).

Allah s.w.t. menerangkan dengan jelas bahwa laki-laki kodratnya adalah menjadi seorang pemimpin, pemimpin bagi istrinya, anak2nya, keluarganya, anak buahnya & masyarakatnya. Sesuai dengan firman Allah s.w.t berikut ;
“Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At-Tahrim: 6).

Sebagai pemimpin sudah seharusnya bisa selalu membimbing, mengarahkan, mengajarkan, menjaga & mengayomi semua yang dipimpinnya, dan harus berusaha utk berlaku adil dalam memberikan hak kepada masing2 anggotanya, jika tidak bisa maka Allah akan sangat murka kepadanya.

Begitu juga dengan para anggotanya, jika tidak bisa menghargai & menuruti perintah pemimpinnya, maka Allah akan sangat murka, kecuali pemimpin tsb dzalim, maka tidak ada kewajiban bagi mereka utk menurutinya. CMIIW.

Oleh karena itu Islam mengajarkan kaumnya dlm hal memilih jodoh / pemimpin agar memilih yang beriman, seiman, dan sangat dianjurkan yang memiliki pemahaman agama yang baik, juga dimuliakan diantara mereka karena akhlaqnya, untuk menghindari adanya ketidak sesuaian pendapat, pemahaman & pengajaran didalam suatu hubungan, agar niatan tsb benar2 bernilai ibadah, dan agar mereka beruntung.

  • Wanita tidak dibebani untuk menafkahi dirinya sendiri

Wanita tercipta utk menjadi penyempurna tulang rusuk jodohnya, bukanlah utk menjadi tulang punggung keluarganya. Oleh karena itu sudah sewajarnya wanita harus dilindungi, disayangi, dikasihi & dicintai oleh para jodohnya (lelaki), bukan malah banting tulang mencari nafkah utk keluarganya, walaupun sebenarnya tidak dilarang, asal masih dalam batasannya.

Dalam firman-Nya berikut Allah s.w.t. menegaskan bahwa ;
“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang baik” (QS. Al-Baqarah: 233).

Karenanya, merupakan hal yang salah ketika seorang wanita justru menafkahi suaminya. Bahkan merupakan kewajiban bagi pihak laki-laki untuk menafkahi saudara wanitanya jika wanita tersebut ditinggal mati oleh suaminya.

Bagi para wanita yang belum menikah, mereka masih boleh bekerja diluar rumah utk memenuhi kehidupannya sendiri atau mungkin juga utk membantu keluarganya. Meskipun ada hadits yang menyatakan larangan bagi wanita utk keluar rumah ;

“Wanita itu aurat, maka bila ia keluar rumah, maka syaitan menyambutnya.” (HR. At-Tirmidzi)

Juga firman Allah s.w.t ;
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang terdahulu”. (QS. Al-Ahzabb : 33)

Namun tidak ada larangan bagi wanita untuk pergi keluar rumah melakukan ibadah di masjid, yang didasarkan dengan hadist berikut ;
“Janganlah kalian melarang istri-istri kalian pergi ke masjid (Baitullah), dan rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Thabrani & Ibnu Khuzaimah)

Setelah menikah, sudah seharusnya tanggung jawab tsb (menafkahi) diambil alih oleh sang pria yang sudah menyatakan siap utk menanggung semua beban hidup wanita yang dinikahinya itu dalam batas kemampuannya, dan tidak boleh sang wanita menuntut hak2 yang berlebihan yang diluar batas kemampuan dirinya & suaminya, karena sedikit atau banyaknya rezeki itu adalah urusan Allah s.w.t. yang akan disesuaikan dengan kondisi & usaha dari makhluk itu sendiri, dan sebagai hamba-Nya yang beriman, sudah sepatutnya kita utk selalu mensyukuri setiap nikmat yang telah Allah berikan, karena dengan bersyukur, insyaAllah itu akan mjd pembuka bagi pintu2 rezeki yang lainnya untuk kita.

Wahai Wanita !!! (part 01)



Setelah membaca artikel yang berjudul “Jagalah Kehormatan Kaum Wanita” dari kang Rian Permana yang nota bene alumni Ma’had Al-‘Ilmi Yogyakarta itu, ane langsung dapat sedikit inspirasi buat nulis lagi.. hehe

Mengutip sedikit dari header artikel beliau ;
“Wanita pada jaman jahiliyah adalah manusia yang dianggap hina dan menjadi tempat untuk bersenang-senang belaka. Wanita bebas diperjualbelikan. Wanita tidak mendapatkan warisan, bahkan wanita (baca : istri) menjadi sesuatu yang diwariskan.”

Pastinya sangat miris sekali kita sebagai kaum muslim mendengarnya, apalagi bagi para muslimah, pasti akan langsung melaknat hal tsb yang sudah sangat menjatuhkan harga diri kaum wanita sedalam-dalamnya sampai level terbawah bumi ini (lebay bgt ya..haha), tapi enggak juga sih, coz hal itu memang sangat tidak manusiawi & perlu dibasmi.

Alhamdulillah wa syukurillah.. Rasululllah Muhammad s.a.w lahir kedunia ini dengan segala rahmat & anugerah dari Allah s.wt yang ditakdirkan untuk MEMPERBAIKI AKHLAQ seluruh umat manusia. Ingat !! memperbaiki akhlaq, bukan menyebarkan Islam.. tapi karena Rasulullah s.a.w beragama Islam & ajaran akhlaq yang terbaik adalah agama Islam, juga satu-satunya agama yang di-ridhoi oleh Sang Pencipta & Pemilik Alam Raya ini Allah s.w.t adalah Islam, maka Rasulullah s.a.w. secara tidak langsung juga menyebarkan ajaran2 agama Islam dengan membawa ayat2 suci yang kemudian ayat2 suci tsb dikumpulkan menjadi kitab suci umat Islam Al Qur’anul Karim, yang diharapkan bisa menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat manusia didunia, yang berarti tidak hanya utk umat muslim saja anugerah Allah s.w.t. tsb, tapi juga utk semua umat beragama di dunia ini, karena Allah s.w.t. sungguh sangat peduli kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya, karena Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Tulisan ane kali ini mungkin akan lebih banyak menyinggung mengenai perilaku kaum muslimah di zaman ini, dan mungkin akan ada sedikit pencerahan bagi mereka dengan sedikit mengutip ayat2 Allah s.w.t. & Hadist Rasul-Nya.

Sesuai hadist berikut;
“Tidak ada sesuatu pun yang mendekatkan kalian pada surga, kecuali sungguh telah aku perintahkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang mendekatkan kalian ke neraka, kecuali aku telah melarang kalian darinya.” (HR. Abu Bakar Al Hadad; Syaikh Al Albany menghasankannya dalam Ash Shahihah no 2886).

Sudah seharusnya & sewajarnya kita sebagai umat Rasulullah s.a.w. yang mendambakan surga Allah s.w.t. menaati segala perintah Allah s.w.t. & Rasul-Nya Muhammad s.a.w., jika kita ingkar terhadap perintah2 tsb, maka jagan pernah mendambakan surga Allah s.w.t. yang sangat indah itu.

Merupakan hal yang fitrah diketahui jika wanita itu berbeda dengan laki-laki. Bahkan hal ini ditegaskan juga oleh Allah s.w.t. dalam firmannya (yang artinya) ; “Dan laki-laki itu tidaklah sama dengan wanita….” (QS. Ali ‘Imran: 36). Oleh karena itu, mengagungkan slogan “EMANSIPASI WANITA” merupakan hal yang menentang Allah s.w.t. dan kitab-Nya, juga menyelisihi anjuran Rasululullah s.a.w., serta tanpa mereka sadari, hal tersebut justru telah menjatuhkan kehormatan wanita itu sendiri. Sadarkah kalian wahai para wanita ?!.

Klik ini untuk lanjutannya Wahai Wanita !!! (part 02)